Loading...

Jumat, 12 Agustus 2011

Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Masjid Raya Sabilal Muhtadin
Informasi umum
Lokasi Bendera Indonesia Banjarmasin, Indonesia
Alamat Jalan Sudirman, Kelurahan Antasan Besar, Banjarmasin Tengah, Banjarmasin
Koordinat 3°19′8.20″S 114°35′28.40″E
Halaman Belakang Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin
Masjid Raya Sabilal Muhtadin adalah sebuah Masjid Raya yang terletak di Kelurahan Antasan Besar, kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di dalam kompleks mini juga terdapat kantor MUI Kalimantan Selatan. Masjid ini dibangun di tepi barat sungai Martapura dan dibangun pada tahun 1981.[1] Di Masjid ini akan diselenggarakan Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) Ke XXI 2011 pada tanggal 4-11 Juni 2011.[2]
Sabilal Muhtadin, nama pilihan untuk Mesjid Raya Banjarmasin ini, adalah sebagai penghormatan dan penghargaan terhadap Ulama Besar alm. Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (17101812 M) yang selama hidup-nya memperdalam dan mengembangkan agama Islam di Kerajaan Banjar atau Kalimantan Selatan sekarang ini. Ulama Besar ini tidak saja dikenal di seluruh Nusantara, akan tetapi dikenal dan dihormati meliwati batas negerinya sampai ke Malaka, Filipina, Bombay, Mekkah, Madinah, Istambul dan Mesir.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Bangunan fisik

Mesjid Raya Sabilal Muhtadin ini di-bangun di atas tanah yang luasnya 100.000 M2, letaknya ditengah-tengah kota Banjarmasin, yang sebelumnya adalah Kompiek Asrama Tentara Tatas. Pada waktu zaman kolonialisme Belanda tempat ini dikenal dengan Fort Tatas atau Benteng Tatas. Bangunan Mesjid terbagi atas Bangunan Utama dan Menara; bangunan utama luasnya 5250 M2, yaitu ruang tempat ibadah 3250 M2, ruang bagian dalam yang sebagian berlantai dua, luasnya 2000 M2. Menara mesjid terdiri atas 1 menara-besar yang tingginya 45 M, dan 4 menara-kecil, yang tingginya masing-masing 21 M. Pada bagian atas bangunan-utama terdapat kubah-besar dengan garis tengah 38 M, terbuat dari bahan aluminium sheet Kalcolour ber-warna emas yang ditopang oleh su-sunan kerangka baja. Dan kubah menara-kecil garis-tengahnya 5 dan 6 M.
Kemudian seperti biasanya yang ter dapat pada setiap mesjid-raya, maka pada Mesjid Raya Sabilal Muhtadin ini juga, kita dapati hiasan Kaligrafi bertuliskan ayat-ayat Al-Qur'an dan As-maul Husna, yaitu 99 nama untuk Ke-agungan Tuhan serta nama-nama 4 Khalifah Utama dalam Islam. Kaligrafi itu seturuhnya dibentuk dari bahan tembaga yang dihitamkan dengan pe-milihan bentuk tulisan-arab (kaligrafi) yang ditangani secara cermat dan tepat, maksudnya tentu tiada lain adalah upaya menampilkan bobot ataupun makna yang tersirat dari ayat-ayat suci itu sendiri. Demikian juga pada pintu, krawang dan railing, keseluruh annya dibuat dari bahan tembaga de ngan bentuk relief berdasarkan seni ragam hias yang banyak terdapat di daerah Kalimantan.
Dinding serta lantai bangunan, menara dan turap plaza, juga sebagian dari kolam, keseluruhannya berlapiskan marmer; ruang tempat mengambil air wudhu, dinding dan lantainya dilapis de-ngan porselein, sedang untuk plaza keseluruhannya dilapis dengan keramik. Seluruh bangunan Mesjid Raya ini, dengan luas seperti disebut di atas, pada bagian dalam dan halaman bangunan, dapat menampung jemaah sebanyak 15.000 orang, yaitu 7.500 pada bagian dalam dan 7.500 pada bagian halaman bangunan.

[sunting] Konsep estetika interior masjid

Peranan elemen-hias pada sebuah bangunan, bila diolah secara cermat dan diarahkan dengan tepat, akan tam-pak bukan saja sesuatu yang 'indah dimata' akan tetapi sekaligus dapat bermakna lain pada diri kita. Bisa jadi memberikan pengalaman batin yang menyentuh dan menimbulkan macam-macam perasaan, misalnya perasaan haru, kagum, syahdu dan seterusnya. Dengan ini berarti kita berbicara me-ngenai wawasan estetis dan pemilihan teknis dari seorang seniman untuk se-lanjutnya sebagai konsep dasar pijakan kreatifitasnya.

[sunting] Tiga pokok pijakan

Sejalan dengan hal yang baru di-sebut di atas, maka wawasan estetis pada bangunan Mesjid Raya Sabilal Muhtadin ini dilakukan dalam tiga pokok pijakan sebagai berikut.
  1. Sesuatu yang dapat memberikan dan menimbulkan rasa keagama an yang lebih dalam.
  2. Ornamen-dekoratif yang selaras dan fungsional sesuai dengan arsitektur mesjid.
  3. Sebagai ciri-khas atau identitas yang menunjukkan kekayaan kebudayaan lingkungan Kalimantan.

[sunting] Kaligrafi

Atas dasar ini, maka elemen-estetik untuk mesjid-raya ini dibentuk dalam kaligrafi-arab dengan mengambil ayat-ayat Al-Quran, Asmaul Husna, yaitu 99 nama Keagungan Tuhan dan nama-nama 4 Khalifah Utama dalam Islam Kaligrafi ini kemudian dirangkai dan dipadu dengan unsur-unsur ragam-hias motif tumbuh-tumbuhan, yaitu sebagdi tradisi seni-hias pada bangunan bangunan mesjid seluruh dunia.
Bentuk floral (tumbuh-tumbuhan) ini memberikan sesuatu kesan hidup dan dinamis, akan tetapi yang terpenting adalah menghindarkan ke-cendrungan untuk menjadi gambar pe-mujaan, seperti halnya gambar yang bertemakan bentuk manusia dan he-wan. Demikian pula ayat-ayat suci yang dituliskan dalam bentuk khat in-dah dengan Gaya Naski, Diwani, Riqah, Tsulus dan Kufik, kiranya menimbulkan rasa kekayaan citarasa dan khayal-seni untuk meluhurkan puja kepada Tuhan.

[sunting] Desain keseluruhan

Disain keseluruhan bangunan mesjid, dengan kubah besar, tiang-tiang kokoh dan tegap serta dinding tebal dan padat yang keseluruhan dibalut oleh le-bih kurang 14.830 M2 pualam kremmuda seakan memberikan suasana be-rat, kukuh dan kadahg-kadang terasa menekan. Kesan ini timbul balk dari eksteriornya maupun interiornya. Kesejuruhan keadaan banguann mesjid seperti disebut di atas menjadi per-timbangan dalam memperhitungkan pembuatan elemen-estetik yang akan ditempatkan dalam ruang dalam dan luar bangunan mesjid itu.
Penetapan disain krawang untuk pintu-utama, pintu samping dan din-ding, adalah upaya untuk memberikan keseimbangan antara 'rasa berat' yang ditimbulkan fisik bangunan dan 'rasa ringan' yang ditimbulkan oleh sifat 'tembus pandang' dari ornamen krawang tersebut. Lampu hias (chandelier) yang terdiri dari 17 buah unit gan-tungan dengan ribuan bola kaca ter-susun dalam lingkaran bergaris tengah 9 M, menimbulkan 'rasa-ringan' yang ditempatkan sebagai kontras terhadap fisik bangunan itu sendiri.

[sunting] Pranala luar

[sunting] Rujukan

Kamis, 11 Agustus 2011

Sejarah Kerajaan Banjar di Kalimantan


Posted by Pearlwhy
Kerajaan Banjar adalah kerajaan Islam di pulau kalimantan yang wilayah kekuasaannya meliputi sebagian besar daerah kalimantan pada saat sekarang ini. Pusat Kerajaan Banjar yang pertama adalah daerah di sekitar Kuin Utara (sekarang di daerah Banjarmasin) , kemudian dipindah ke martapura setelah keraton di Kuin dihancurkan oleh Belanda. Kerajaan ini berdiri pada september 1526 dengan Sultan Suriansyah (Raden Samudera) sebagai Sultan pertama Kerajaan Banjar. Kerajaan Banjar runtuh pada saat berakhirnya Perang Banjar pada tahun 1905. Perang Banjar merupakan peperangan yang diadakan kerajaan Banjar untuk melawan kolonialisasi Belanda. Raja terakhir adalah Sultan Mohammad Seman (1862 - 1905), yang meninggal pada saat melakukan pertempuran dengan belanda di puruk cahudoa



CIKAL BAKAL KERAJAAN BANJAR
Kemunculan Kerajaan Banjar tidak lepas dari melemahnya pengaruh Negara Daha sebagai kerajaan yang berkuasa saat itu. Tepatnya pada saat Raden Sukarama memerintah Negara Daha, menjelang akhir kekuasaannya dia mewasiatkan tahta kekuasaan Negara Daha kepada cucunya yang bernama Raden Samudera. Akan tetapi, wasiat tersebut ditentang oleh ketiga anak Raden Sukarama yaitu Mangkubumi, Tumenggung dan Bagulung. Setelah Raden Sukarama wafat, Pangeran Tumenggung merebut kekuasaaan dari pewaris yang sah yaitu Raden samudera dan merebut tahta kekuasaan Negara Daha.


Raden Samudera sebagai pihak yang kalah melarikan diri dan bersembunyi di daerah hilir sungai barito. Dia dilindungi oleh kelompok orang melayu yang menempati wilayah itu. Kampung orang melayu itu disebut kampung oloh masih yang artinya kampung orang melayu pimpinan Pati Masih. Lama kelamaan kampung ini berkembang menjadi kota banjarmasih karena ramainya perdagangan di tempat ini dan banyaknya pedagang yang menetap. Dalam pelarian politiknya, raden Samudera melihat potensi Banjarmasih dengan sumber daya manusianya dapat dijadikan kekuatan potensial untuk melawan kekuatan pusat, yaitu Negara Daha. Kekuatan Banjarmasih untuk melakukan perlawaann terhadap Negara Daha akhirnya mendapat pengakuan formal setelah komunitas melayu mengangkat Raden Samudera sebagai kepala Negara.

Pengangkatan ini menjadi titik balik perjuangan Raden Samudera. Terbentuknya kekuatan politik baru di banjarmasih, sebagai kekuatan politik tandingan bagi Negara Daha ini menjadi media politik bagi Raden Samudera dalam usahanya memperoleh haknya sebagai Raja di Negara Daha, sedangkan bagi orang Melayu merupakan media mereka untuk tidak lagi membayar pajak kepada Negara Daha

Setelah menjadi Raja di Banjarmasih, Raden Samudera dianjurkan oleh Patih Masih untuk meminta bantuan Kerajaan Demak. Permintaan bantuan dari Raden Samudera diterima oleh Sultan Demak, dengan syarat Raden Samudera beserta pengikutnya harus memeluk agama Islam. Syarat tersebut disanggupi Raden Samudera dan Sultan Demak mengirimkan kontingennya yang dipimpin oleh Khatib Dayan. Setibanya di Banjarmasih, kontingen Demak bergabung dengan pasukan dari Banjarmasih untuk melakukan penyerangan ke Negara Daha di hulu sungai Barito. Setibanya di daerah yang bernama Sanghiang Gantung, pasukan Bandarmasih dan Kontingen Demak bertemu dengan Pasukan Negara daha dan pertempuran pun terjadi. Pertempuran ini berakhir dengan suatu mufakat yang isinya adalah duel antara Raden samudera dengan Pangeran Tumenggung. Dalam duel itu, Raden Samudera tampil sebagai pemenang dan pertempuran pun berakhir dengan kemenangan banjarmasih.

Setelah kemenangan dalam pertempuran, Raden Samudera memindahkan Rakyat Negara Daha ke Banjarmasih dan Raden Samudera dikukuhkan sebagai Kepala negaranya. Pembauran penduduk Banjarmasih yang terdiri dari rakyat Negara Daha, Melayu, Dayak dan orang jawa (kontingen dari Demak) menggambarkan bersatunya masyarakat di bawah pemerintahan Raden Samudera. Pengumpulan penduduk di banjarmasih menyebabkan daerah ini menjadi ramai, ditambah letaknya pada pertemuan sungai barito dan sungai martapura menyebabkan lalu lintas menjadi ramai dan terbentuknya hubungan perdagangan. Raden Samudera akhirnya menjadikan Islam sebagai agama negara dan rakyatnya memeluk agama Islam. Gelar yang dipergunakan oleh Raden Samudera sejak saat itu berubah menjadi Sultan Suriansyah. Kerajaan Banjar pertama kali dipimpin oleh Sultan Suriansyah ini.

Gambar : Mesjid yang didirikan Sultan Suriansyah di Kuin

WILAYAH KERAJAAN BANJAR
Kerajaan Banjar semakin berkembang dan lama kelamaan luas wilayahnya semakin bertambah. Kerajaan ini pada masa jayanya membentang dari banjarmasin sebagai ibukota pertama, dan martapura sebagai ibukota pengganti setelah banjarmasin direbut belanda, daerah tanah laut, margasari, amandit, alai, marabahan, banua lima yang terdiri dari Nagara, Alabio, Sungai Banar, Amuntai dan Kalua serta daerah hulu sungai barito. Kerajaan semakin diperluas ke tanah bumbu, Pulau Laut, Pasir, Berau dan kutai di panati timur. Kotawaringin, Landak, Sukadana dan sambas di sebelah barat. Semua wilayah tersebut adalah Wilayah Kerajaan Banjar (yang apabila dilihat dari peta zaman sekarang, Kerajaan Banjar menguasai hampir seluruh wilayah kalimantan di 4 provinsi yang ada). Semua wilayah tersebut membayar pajak dan upeti. Semua daerah tersebut tidak pernah tunduk karena ditaklukkan,tetapi karena mereka mengakui berada di bawah Kerajaan Banjar, kecuali daerah pasir yang ditaklukkan pada tahun 1663merajukgambar : muara sungai kuin yang dulunya dekat dengan ibukota kerajaan banjar

RAJA-RAJA KERAJAAN BANJAR

Kerajaan Banjar yang berdiri pada 24 september 1526 sampai berakhirnya perang Banjar yang merupakan keruntuhan kerajaan Banjar memiliki 19 orang raja yang pernah berkuasa. Sultan pertama kerajaan Banjar adalah Sultan Suriansyah (1526 - 1545), beliau adalah raja pertama yang memeluk Agama Islam. Raja terakhir adalah Sultan Mohammad Seman (1862 - 1905), yang meninggal pada saat melakukan pertempuran dengan belanda di puruk cahu.

Sultan Suriansyah sebagai Raja pertama mejadikan Kuin Utara sebagai pusat pemerintahan dan pusat perdagangan Kerajaan Banjar. Sedangkan Sultan Mohammad Seman berkeraton di daerah manawing - puruk cahu sebagai pusat pemerintahan pelariansenyumkenyit

Berikut adalah rincian Raja-raja Kerajaan Banjar sejak berdirinya kerajaan hingga runtuhnya kerajaan itu :
1526 - 1545 :
Pangeran Samudra yang kemudian bergelar Sultan Suriansyah, Raja pertama yang memeluk Islam
1545 - 1570 :
Sultan Rahmatullah
1570 - 1595 :
Sultan Hidayatullah
1595 - 1620 :
Sultan Mustain Billah, Marhum Penambahan yang dikenal sebagai Pangeran Kecil. Sultan inilah yang memindahkan Keraton Ke Kayutangi, Martapura, karena keraton di Kuin yang hancur diserang Belanda pada Tahun 1612
1620 - 1637 :
Ratu Agung bin Marhum Penembahan yang bergelar Sultan Inayatullah
1637 - 1642 :
Ratu Anum bergelar Sultan Saidullah
1642 - 1660 :
Adipati Halid memegang jabatan sebagai Wali Sultan, karena anak Sultan Saidullah, Amirullah Bagus Kesuma belum dewasa
1660 - 1663 :
Amirullah Bagus Kesuma memegang kekuasaan hingga 1663, kemudian Pangeran Adipati Anum (Pangeran Suriansyah) merebut kekuasaan dan memindahkan kekuasaan ke Banjarmasin=
1663 - 1679 :
Pangeran Adipati Anum setelah merebut kekuasaan memindahkan pusat pemerintahan Ke Banjarmasin bergelar Sultan Agung
1679 - 1700 :
Sultan Tahlilullah berkuasa
1700 - 1734 :
Sultan Tahmidullah bergelar Sultan Kuning
1734 - 1759 :
Pangeran Tamjid bin Sultan Agung, yang bergelar Sultan Tamjidillah
1759 - 1761 :
Pangeran Muhammad Aliuddin Aminullah
1761 - 1801 :
Pangeran Nata Dilaga sebagai wali putera Sultan Muhammad Aliuddin yang belum dewasa tetapi memegang pemerintahan dan bergelar Sultan Tahmidullah
1801 - 1825 :
Sultan Suleman Al Mutamidullah bin Sultan Tahmidullah
1825 - 1857 :
Sultan Adam Al Wasik Billah bin Sultan Suleman
1857 - 1859 :
Pangeran Tamjidillah
1859 - 1862 :
Pangeran Antasari yang bergelar Panembahan Amir Oeddin Khalifatul Mu'mina
1862 - 1905 :
Sultan Muhammad Seman yang merupakan Raja terakhir dari Kerajaan Banjar

untuk penjelasan yang lengkap mengenai profil raja-raja Banjar bisa dibaca di website ini

Gambar : Sultan Hidayatullah dan gambar : Pangeran Antasari

Setelah dikalahkannya Sultan Muhammad Seman oleh Belanda pada tahun 1905, praktis seluruh wilayah Kerajaan banjar jatuh ke tangan Belanda dan Kerajaan Banjar runtuh. Akan tetapi semangat yang dikobarkan pejuang perang Banjar melalui sumpah perjuangan "haram manyarah waja sampai kaputing" benar-benar memberikan semangat untuk mempertahankan Kerajaan Banjar. Walaupun akhirnya jatuh ke tangan belanda juga, kita mesti menghargai perjuangan para pejuang yang telah mengorbankan segalanya untuk mempertahankan Kerajaan Banjar. Kota Banjarmasin yang sekarang adalah bukti sejarah hasil perjuangan Sultan Suriansyah dan pengikutnyatepuktangan



banjarmasin

Gambar : Kota Banjarmasin Sekarang ini


Sumber Referensi:
1. Sejarah Banjar (Badan penelitian dan Pengembangan Daerah Kalimantan Selatan)
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Banjar
3. Grup Friendster Banjarmasin
4. Kabupaten Banjar Website

Rabu, 10 Agustus 2011

Kota Banjarmasin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kota Banjarmasin
—  Kalimantan Nuvola single chevron right.svg Kalimantan Selatan  —
Lambang Kota Banjarmasin
Lambang
Motto: Kayuh Baimbai
Banjar: Mendayung Bersama-sama
Lokasi Kota Banjarmasin di Pulau Kalimantan
Kota Banjarmasin terletak di Indonesia
Kota Banjarmasin
Lokasi Kota Banjarmasin di Pulau Kalimantan
Kota Banjarmasin terletak di Kalimantan
Kota Banjarmasin
Lokasi Kota Banjarmasin di Pulau Kalimantan
Koordinat: 3°18′51.78″S 114°35′33.05″E
Negara  Indonesia
Hari jadi 24 September
Pemerintahan
 - Wali kota Muhidin
 - DAU Rp. 444.635.637.000,- (2011)[1]
Luas [2]
 - Total 98,46 km2
Populasi (2010)
 - Total 625.395
 Kepadatan 8.606/km²
Demografi
 - Agama Islam dan agama lainnya
 - Bahasa Banjar, Indonesia
Zona waktu WITA
Kode telepon +62 511
SNI 7657:2010 BJM
Kecamatan 5
Desa/kelurahan 51
Pelabuhan Trisakti[3]
Flora resmi Kasturi (Mangifera Casturi)
Fauna resmi Bekantan (Nasalis Larvatus)
Situs web http://www.banjarmasinkota.go.id
Pusat Kota Banjarmasin (Resident de Haanweg)
Kota Banjarmasin adalah salah satu kota sekaligus merupakan ibu kota dari provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Banjarmasin merupakan salah satu kota besar yang berukuran kecil di Indonesia, luasnya lebih kecil daripada Jakarta Barat. Banjarmasin merupakan sebuah kepulauan yang terdiri dari sedikitnya 25 buah pulau kecil (delta) yang dipisahkan oleh sungai-sungai diantaranya pulau Tatas, pulau Kelayan, pulau Rantauan Keliling, pulau Insan dan lain-lain.[4] Sejak zaman dulu hingga sekarang Banjarmasin merupakan bandar pelabuhan terpenting di pulau Kalimantan.[5][6][7][8][9][10] Pelabuhan kota Banjarmasin adalah pelabuhan Trisakti yang terletak 12,5 mil dari muara sungai Barito.[11]Pelabuhan Banjarmasin memiliki Terminal Petikemas Banjarmasin (TPKB) yang termasuk 10 besar terminal petikemas di Indonesia.[12]
Dalam bahasa Jawa, Banjarmasin berarti taman asin[13][14], sedangkan sejarah Jawa Barat mencatat nama Banjarmasin berasal dari keluarga keraton Kerajaan Mahasin di Singapura yang mengungsi ke daerah Banjar karena serangan Sriwijaya kemudian berdirilah Kerajaan Banjar Mahasin[15], namun nama asli kota Banjarmasin adalah Banjar-Masih[16], pada tahun 1664 orang Belanda masih menulisnya Banjarmasch atau Banzjarmasch.[17] Banjarmasin pernah menjadi ibukota Dutch-Borneo.[18][19] Indeks persepsi kenyamanan 53.16[20][21][22]
Penyebutan Banjarmasin yang pernah digunakan:
  • Benjar[23]
  • Benjarsen atau Benjar-mausen[24]
  • Bandjermassing[25]
  • Bandjer Massing[26]
  • Banjer-massinsch[27]
  • Banjarmassing[28]
  • Bandjarmassingh[29][30]
  • Bandjermasin[31][32]
  • Bandjermassin[33]
  • Banjer Massin[34]
  • Banjermassin[35][36]
  • Banjermasin[37]
  • Banjermasing[38]
  • Banyermasin
  • Banjermassing[39]
  • Banjir Massin[40]
  • Banjirmasin[41]
  • Banjar Massen[42]
  • Benjar-Maffen[43][44]
  • Banjar Maffeen[45][46][47][48]
  • Banjermaffing[49][50][51]
  • Benjar-Massing[52]
  • Banjar Massin[53]
  • Banjarmassin[54]
  • Banjarmassim[55]
  • BAGNAR MESSIN[56]
  • Bandgermasin (Spanyol)
  • Bandjermasinsche[57]
  • Bandjarmassin[58][59]
  • Bandjar Masin[60]
  • Bandermachri
  • Bengermarssin
  • Bendamarfin[61]
  • Bender Massin/Bandermassin[62][63]
  • Beniar atau Bendermassin[64][65]
  • Benjermasin
  • Bendermassing[66]
  • Tathalmasin[67]
  • Nama lain kota Banjarmasin adalah kota Tatas diambil dari nama pulau Tatas, yaitu delta yang membentuk wilayah kecamatan Banjarmasin Barat dan sebagian Banjarmasin Tengah yang dahulu sebagai pusat pemerintahan Residen Belanda.[68]
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini sedang mempersiapkan perpindahan pusat perkantoran Pemprov Kalsel ke kota Banjarbaru[69][70] pada lokasi yang agak tinggi dan berjarak 50 km di sebelah tenggara kota Banjarmasin. Departemen Pekerjaan Umum juga sedang mempersiapkan 5 daerah kab/kota[71] sebagai Kawasan Strategis Nasional yaitu Kawasan Perkotaan Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut sebagai calon kota "metropolitan" yang ke-9[72][73] yang dinamakan Banjar Bakula.[74][75][76][77] [78]

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Geografis

[sunting] Letak

Kota Banjarmasin terletak pada 3°15' sampai 3°22' Lintang Selatan dan 114°32' Bujur Timur, ketinggian tanah asli berada pada 0,16 m di bawah permukaan laut dan hampir seluruh wilayah digenangi air pada saat pasang. Kota Banjarmasin berlokasi daerah kuala sungai Martapura yang bermuara pada sisi timur sungai Barito. Letak Kota Banjarmasin nyaris di tengah-tengah Indonesia.
Kota Banjarmasin dibelah oleh sungai Martapura dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut Jawa, sehingga berpengaruh kepada drainase kota dan memberikan ciri khas tersendiri terhadap kehidupan masyarakat, terutama pemanfaatan sungai sebagai salah satu prasarana transportasi air, pariwisata, perikanan dan perdagangan.
Menurut data statistik 2001 dari seluruh luas wilayah Kota Banjarmasin yang kurang lebih 72 km² ini dapat dipersentasikan bahwa peruntukan tanah saat sekarang adalah lahan tanah pertanian 3.111,9 ha, perindustrian 278,6 ha, jasa 443,4 ha, pemukiman adalah 3.029,3 ha dan lahan perusahaan seluas 336,8 ha. Perubahan dan perkembangan wilayah terus terjadi seiring dengan pertambahan kepadatan penduduk dan kemajuan tingkat pendidikan serta penguasaan ilmu pengetahuan teknologi.

[sunting] Batas wilayah

Batas-batas wilayah Kota Banjarmasin adalah sebagai berikut:
Utara Sungai Alalak (seberangnya kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala)
Selatan Kabupaten Banjar (kecamatan Tatah Makmur)
Barat Sungai Barito (seberangnya kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala)
Timur Kabupaten Banjar (kecamatan Sungai Tabuk dan Kertak Hanyar)

[sunting] Fungsi dan penggunaan tanah

Tanah aluvial yang didominasi struktur lempung adalah merupakan jenis tanah yang mendominasi wilayah Kota Banjarmasin. Sedangkan batuan dasar yang terbentuk pada cekungan wilayah berasal dari batuan metaforf yang bagian permukaan ditutupi oleh kerakal, kerikil, pasir dan lempung yang mengendap pada lingkungan sungai dan rawa.
Penggunaan tanah di Kota Banjarmasin tahun 2003 untuk lahan pertanian seluas 2.962,6 ha, industri 278,6 ha, perusahaan 337,3 ha, jasa 486,4 ha dan tanah perumahan 3.135,1 ha. Dibandingkan dengan data tahun-tahun sebelumnya lahan pertanian cenderung menurun, sementara untuk lahan perumahan mengalami perluasan sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi dan pertumbuhan penduduk.[79]Luas optimal Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebuah kota adalah 30% dari luas kota,[80] sedangkan kota Banjarmasin hanya memiliki 10 sampai 12% RTH saja.[81]

[sunting] Iklim

Kota Banjarmasin beriklim tropis dimana angin muson barat bertiup dari Benua Asia melewati Samudera Hindia menimbulkan musim hujan, sedangkan angin dari Benua Australia adalah angin kering yang berakibat adanya musim kemarau.
Curah hujan yang turun rata-rata per tahunnya kurang lebih 2.400 mm dengan fluktuasi tahunan berkisar antara 1.600-3.500 mm, jumlah hari hujan dalam setahun kurang lebih 150 hari dengan suhu udara yang sedikit bervariasi, sekitar 26 °C.
Kota Banjarmasin termasuk wilayah yang beriklim tropis. Angin Muson dari arah Barat yang bertiup akibat tekanan tinggi di daratan Benua Asia melewati Samudera Hindia menyebabkan terjadinya musim hujan, sedangkan tekanan tinggi di Benua Australia yang bertiup dari arah Timur adalah angin kering pada musim kemarau. Hujan lokal turun pada musim penghujan, yaitu pada bulan-bulan November–April. Dalam musim kemarau sering terjadi masa kering yang panjang. Curah hujan tahunan rata-rata sampai 2.628 mm dari hujan per tahun 156 hari. Suhu udara rata-rata sekitar 25 °C - 38 °C dengan sedikit variasi musiman. Fluktuasi suhu harian berkisar antara 74-91%, sedangkan pada musim kemarau kelembabannya rendah, yaitu sekitar 52% yang terjadi pada bulan-bulan Agustus, September dan Oktober.

[sunting] Sungai

Siring tepian sungai Martapura di depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin (bekas Benteng Tatas) merupakan waterfront Banjarmasin
Sungai menjadi bagian yang terpisahkan dari Kota Banjarmasin sehingga Banjarmasin mendapat julukan "kota seribu sungai" meski sungai yang mengalir di Banjarmasin tak sampai seribu. Sungai menjadi wadah aktivitas utama masyarakat zaman dahulu hingga sekarang, utamanya dalam bidang perdagangan dan transportasi. Data dari Dinas Kimprasko Banjarmasin menunjukkan pada 1997 di Ibu Kota Kalimantan Selatan itu terdapat 117 sungai, kemudian pada 2002 berkurang menjadi 70 sungai, lalu pada 2004 sampai sekarang hanya tinggal 60 sungai.[82][83] Penataan kota Banjarmasin semestinya penataan daratan harus mengikuti penataan sungai, artinya penataan sungai yang didahulukan baru penataan daratan.[84]
Berikut adalah beberapa nama sungai yang mengaliri Kota Banjarmasin.
Catatan: Tabel di bawah belumlah lengkap.
No Nama sungai[85] Panjang (km) Daerah yang dialiri No Nama sungai Panjang (km) Daerah yang dialiri[86]
1 Barito 11,50 Banjarmasin bagian barat 25 Pengambangan 1,10 Banua Anyar dan Pengambangan
2 Martapura 17,00 Sepanjang kota Banjarmasin 26 Kerokan 0,63
3 Anjir Mulawarman 2,90
27 Guring  ??
4 Kuin 3,10 Kuin Utara, Kuin Selatan, Pangeran, Pasar Lama 28 Jingah  ?? Sungai Jingah
5 Pangeran 3,30 Pangeran 29 Tapekong  ?? Sepanjang Jl. Veteran
6 Pelambuan 1,38 Pelambuan 30 Pulantan  ?? Pemurus Dalam
7 Alalak 11,90 Kawasan Alalak 31 Banguntan  ?? Basirih
8 Basirih 1,50 Basirih Selatan 32 Saka Mangkok  ?? Mantuil
9 Andai 2,10 Sungai Andai 33 Halinau  ?? Mantuil
10 Teluk Dalam 2,20 Teluk Dalam 34 Gardu  ?? Sungai Lulut
11 Duyung 2,02
35 Gudang  ?? Pemurus Dalam
12 Banyiur SP 2,00
36 Bengao  ?? Kelayan Timur dan Kelayan Selatan
13 Pekapuran 2,54 Kawasan Pekapuran 37 Simpang Jalar  ?? Basirih Selatan
14 Pemurus 0,30 Kawasan Pemurus 38 Banyun  ??
15 Miai 1,25
39 Jarak  ?? Kuin Utara
16 Awang 1,60
40 Skip  ?? Kelayan Selatan
17 Tatah Belayung 2,60 Tanjung Pagar 41 Jeruju  ?? Alalak Tengah
18 Kelayan 4,40 Kawasan Kelayan 42 Bayuan  ?? Alalak Tengah
19 Simpang Jelai 2,30
43 Siuding  ?? Kuin Utara
20 Liang Anggang 1,50
44 Pandai  ?? Kuin Utara
21 Pekauman  ??
45 Beruntung  ??
22 Mawar  ?? Mawar 46 Belitung  ??
23 Keramat  ??
47 Kuripan  ?? Kuripan
24 Tatas  ??
48 Sungai Andai 1,68 sungai andai

[sunting] Demografi

Pasar tradisional di Banjarmasin pada zaman Belanda.
Kota Banjarmasin terdiri atas 5 kecamatan, yaitu:
  1. Banjar Barat: 13,37km²
  2. Banjar Selatan: 20,18 km²
  3. Banjarmasin Tengah: 11,66 km²
  4. Banjar Timur: 11,54 km²
  5. Banjar Utara: 15,25 km²
Jumlah penduduk di wilayah ini dapat diperincikan sebagai berikut:
Tabel Jumlah Penduduk Banjarmasin tahun 2008[87]
Nomor↓ Kecamatan↓ Luas (km²)↓ Jumlah Penduduk (jiwa)↓ Kepadatan (jiwa/km²)↓
1 Banjar Selatan 20,18 150.221 7.444
2 Banjar Timur 11,54 118.278 10.249
3 Banjar Barat 13,37 149.753 11.201
4 Banjarmasin Tengah 11,66 114.584 9.827
5 Banjar Utara 15,25 94.409 6.209

Perkembangan populasi penduduk Banjarmasin.
No.↓ Tahun↓ Populasi↓
1 1780 [88] 2.300 jiwa
2 1920[89] 41.661 jiwa
3 1930[90][89] 57.822 jiwa
4 1990[91] 481.371 jiwa
5 2000[92][93] 527.724 jiwa
6 2005[91] 589.115 jiwa
7 2010[94] 625.395 jiwa

[sunting] Penguasa

Ronggo Banjarmasin Raden Tumenggung Suria Kasuma dan panakawannya (foto oleh Hendrik Veen, 1913)
Penguasa Kota Banjarmasin:[95]
  1. Patih Masih, kepala kampung Banjarmasih (Kuin Utara)
  2. Sultan Suriansyah, berkedudukan di Kuin
  3. Sultan Rahmatullah, berkedudukan di Kuin
  4. Sultan Mustainbillah, berkedudukan di Kuin
  5. Sultan Agung, berkedudukan di Sungai Pangeran
  6. Pangeran Abdullah bin Sultan Muhammadillah, Putra Mahkota
  7. Pangeran Dupa, Putra Mahkota[96]
  8. Jan van Suchtelen (1747-1752), residen Belanda di Tatas
  9. Bernard te Lintelo (1752-1757), residen Belanda di Tatas
  10. R. Ringholm (1757-1764), residen Belanda di Tatas
  11. L.W. de Lile (1760-1764), residen Belanda di Tatas
  12. Willem Adriaan Palm (1764-1777), residen Belanda di Tatas
  13. Piter Waalbek (1777-1784), residen Belanda di Tatas
  14. Barend van der Worm (1784-1787), residen Belanda di Tatas
  15. Alexander Hare (1812), Resident-Comissioner Inggris di Tatas[97]
  16. I.N. Nieuwen Huyzen (1860), residen Belanda di Tatas
  17. C.A. Kroesen (1898), residen Belanda di Tatas
  18. C.J. Van Kempen (1924), residen Belanda di Tatas. Mulai tahun 1919 Banjarmasin memiliki Burgemester (Walikota)
  19. J. De Haan (1924-1929), residen Belanda di Tatas
  20. R. Koppenel (1929-1931), residen Belanda di Tatas
  21. W.G. Morggeustrom (1933-1937), residen Belanda di Tatas

[sunting] Suku bangsa

Menjelang perang Banjarmasih-Negara Daha, penduduk Banjarmasin dan sekitarnya hanya 5.000 ditambah 1.000 pedagang berhadapan dengan tiga laksa (30.000) penduduk Negara Daha di pedalaman, belakangan dengan tambahan pasukan asing Banjarmasih memiliki empat laksa personil pasukan. Pasca Perang Banjarmasih-Negara Daha tahun 1526, penduduk Banjarmasin terdiri atas penduduk yang lama, penduduk yang diangkut dari Negara Daha dan Bandar Muara Bahan serta penduduk yang datang belakangan.[16] Perang Makassar (1660-1669) menyebabkan banyak pedagang (Melayu-Bugis) pindah dari Somba Opu, pelabuhan kesultanan Gowa ke Banjarmasin.[98] Pasca Perang Banjar-Inggris II tahun 1707, orang Tionghoa mulai menetap di Banjarmasin.[99] Valentijn melaporkan bahwa penduduk Kesultanan Banjarmasin pada tahun 1720 berjumlah sekitar 7.000 jiwa, sedangkan pada tahun 1780 menurut laporan Radermacher berjumlah sekitar 8.500 jiwa (2.000 jiwa di kota Tatas/Banjarmasin dan 100 jiwa di Kuin/Banjar) yang terdiri massa campuran orang Jawa, Makassar, Bugis dan orang Melayu dari Johor, Minangkabau dan Palembang, namun mayoritas penduduk pada masa itu adalah orang Jawa.[100]
Dewasa ini suku asli di kota ini adalah suku Banjar dan orang Berangas.
Suku bangsa di kota ini antara lain:[101]
No.↓ Suku Bangsa↓ Jumlah↓
1 Suku Banjar 417.309 jiwa
2 Suku Jawa 56.513 jiwa
3 Suku Madura 12.759 jiwa
4 Suku Bukit (Dayak Meratus) 7.836 jiwa
5 Suku Bugis 2.861 jiwa
6 Suku Sunda 2.319 jiwa
7 Suku Bakumpai 1.048 jiwa
8 Suku Mandar 105 jiwa
9 Suku-suku lainnya 26.500 jiwa
Suku-suku lainnya adalah:
Keberadaan suku-suku ini ditandai dengan adanya rumah ibadah yang berlatang belakang suku-suku tersebut.

[sunting] Perguruan tinggi

Perguruan Tinggi yang ada di Kota Banjarmasin antara lain:

[sunting] Media

[sunting] Radio

  • RRI Banjarmasin [103]
  • Radio Jaringan Nirwana Group Banjarmasin [104]
  • Radio Abdi Persada[105]
  • Radio SmartFM[106]

[sunting] Surat Kabar Harian

[sunting] Televisi Lokal

Gedung TVRI Stasiun Kalimantan Selatan

[sunting] Rumah Ibadah

Jumlah rumah ibadah yang ada di kota ini adalah:
  • Masjid 141 buah
  • Musholla 155 buah
  • Langgar 717 buah
  • Gereja Protestan 19 buah
  • Balai Jemaat 1 buah
  • Gereja Katolik 3 buah
  • Kapel 1 buah
  • Pura 1 buah
  • Vihara 8 buah
Rumah ibadah yang cukup terkenal di Banjarmasin, diantaranya:

[sunting] Objek Wisata

Pasar Lima di Banjarmasin
Kota Banjarmasin memiliki berbagai objek wisata, baik wisata alam, wisata sejarah, maupun wisata pendidikan.
Plaza Posindo Banjarmasin

[sunting] Sejarah

Pintu gerbang dengan tulisan 1606 (tahun ketika VOC pertama kali datang di Banjarmasin) dibangun untuk menyambut kedatangan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Dirk Fock pada tahun 1924
Kawasan Banjarmasin awalnya sebuah perkampungan bernama "Banjarmasih" (terletak di Bagian utara Banjarmasin). Tahun 1606 pertama kali VOC-Belanda mengunjungi Banjarmasin, saat itu masih terletak di muara sungai Kuin. Kota-kota yang terkenal di pulau Kalimantan pada awal abad ke-18 adalah Borneo (Brunei City), Ноrmata, Marudo, Bendamarfin (Banjarmasin), dan Lava (Lawai).[61] Tahun 1747, VOC-Belanda memperoleh Pulau Tatas (Banjarmasin bagian Barat) yang menjadi pusat Banjarmasin semenjak saat itu hingga ditinggalkan Belanda tahun 1809. Tahun 1812 Inggris menduduki Banjarmasin dan menyerahkannya kembali kepada Belanda tahun 1817. Daerah Banjar Lama (Kuin) dan Banjarmasin bagian Timur masih tetap menjadi daerah pemerintahan pribumi di bawah Sultan Banjar yang berkedudukan di keraton Martapura (istana kenegaraan) hingga diserahkan pada tanggal 14 Mei 1826. Tahun 1835, misionaris mulai beroperasi di Banjarmasin.[108] Tahun 1849, Banjarmasin (Pulau Tatas) menjadi ibukota Divisi Selatan dan Timur Borneo.[109] Saat itu rumah Residen terletak di Kampung Amerong berhadap-hadapan dengan Istana pribadi Sultan di Kampung Sungai Mesa yang dipisahkan oleh sungai Martapura. Pulau Tatas yang menjadi daerah hunian orang Belanda dinamakan kotta-blanda. Ditetapkan dalam Staatblaad tahun 1898 no. 178[110], kota ini merupakan Onderafdeeling Banjarmasin en Ommelanden (1898-1902), yang merupakan bagian dari Afdeeling Bandjermasin en Ommelanden (Banjarmasin dan daerah sekitarnya).[111] Tahun 1918, Banjarmasin, ibukota Residentie Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo mendapat Gemeente-Raad. Pada 1 Juli 1919, Deean gemeente mulai berlaku beranggotakan 7 orang Eropa, 4 Bumiputra dan 2 Timur Asing. Pada tahun 1936 ditetapkan Ordonantie pembentukan Gouvernementen Sumatra, Borneo en de Groote-Oost (Stbld. 1936/68). Borneo Barat dan Borneo Selatan-Timur menjadi daerah Karesidenan dan sebagai Gouvernementen Sumatra, Borneo en de Groote-Oost yang pusat pemerintahannya adalah Banjarmasin.[112] Tahun 1938, otonomi kota Banjarmasin ditingkatkan dengan Stads Gemeente Banjarmasin karena Banjarmasin sebagai ibukota Gouvernemen Borneo. Tanggal 16 Februari 1942, Jepang menduduki Banjarmasin.[113], kemudian dibentuk pemerintahan pendudukan bagi Borneo & kawasan Timur di bawah Angkatan Laut Jepang.[114] Tanggal 17 September 1945, Jepang menyerah kepada Sekutu (tentara Australia) yang memasuki Banjarmasin.[115][116] Tanggal 1 Juli 1946 H. J. van Mook menerima daerah Borneo en de Groote-Oost dari tentara pendudukan Sekutu dan menyusun rencana pemerintahan federal melalui Konferensi Malino (16-22 Juli 1966) dan Konferensi Denpasar (7-24 Desember 1946) yang memutuskan pembentukan 4 negara bagian yaitu Jawa, Sumatera, Borneo (Netherlands Borneo) dan Timur Besar (Negara Indonesia Timur), namun pembentukan negara Borneo terhalang karena ditentang rakyat Banjarmasin[117][118][119][120] Tahun 1946 Banjarmasin sebagai ibukota Daerah Banjar satuan kenegaraan sebagai daerah bagian dari Republik Indonesia Serikat. Kotapradja Banjarmasin termasuk ke dalam Daerah Banjar, meskipun demikian Daerah Banjar tidak boleh mencampuri hak-hak dan kewajiban rumah-tangga Kotapradja Banjarmasin dalam daerahnya sendiri. [121]

[sunting] Lagu Daerah

  1. Kampung Batuah
  2. Talambat Badatang
  3. Pangeran Suriansyah
  4. Banua Banjar

[sunting] Wakil Rakyat di DPRD Banjarmasin 2009-2014

DPRD Banjarmasin terdiri atas 5 Daerah Pemilihan, yaitu:
Daerah Pemilihan Banjarmasin I (8 kursi)
Partai Politik↓ Caleg Terpilih↓ Keterangan↓
PKS Muhammad Fauzan -
PAN H.M. Faisal Hariyadi -
Golkar Matnor Ali F. -
PPP Hj. Jumiati, SH -
PDIP Suyato, SE, MM -
PBR Hj. Rinda Herliani, SE -
Demokrat M. Firmansyah -
Demokrat Sri Nurmaningsih -
Daerah Pemilihan Banjarmasin II (11 kursi)
Partai Politik↓ Caleg Terpilih↓ Keterangan↓
PKS Mathari, S.Ag. -
PAN Drs. H. Sastra H. -
PKB Yuriawati Zai Rose -
Golkar Ananda, S.Ked. -
PPP Arufah -
PDIP Hj. Mahrita, SE -
PBR Chandra Bayu -
PBR Mursyid -
Demokrat Totok Hariyanto, S.Pd. -
Demokrat Ruslan -
Demokrat Edhy Susantyo -
Daerah Pemilihan Banjarmasin III (7 kursi)
Partai Politik↓ Caleg Terpilih↓ Keterangan↓
Hanura Noval -
PKS Mushaffa Zakir, Lc -
PAN M. Dafik As'ad, SE, MM -
Golkar H. Iwan Rusmali, SH -
PBR M. Isnaini, SE -
Demokrat Bambang Yanto Permono -
Demokrat Dewi Sanjaya -
Daerah Pemilihan Banjarmasin IV (8 kursi)
Partai Politik↓ Caleg Terpilih↓ Keterangan↓
PKS Awan Subarkah, STP -
PAN Hj. Ismina Mawarni -
Golkar H. Abadi Noor Supit -
PPP Drs. Johansyah -
PDIP H. Rudi Naparin, ST -
PBR H. Zainal A. Husni -
Demokrat Abdul Gais -
Demokrat Hj. Ratna Juwita, RD -
Daerah Pemilihan Banjarmasin V (11 kursi)
Partai Politik↓ Caleg Terpilih↓ Keterangan↓
PKPB Agus Arya Sandy -
Gerindra Muhammad Fahmi -
PKS Aliansyah -
PAN H. Abdul Muis -
Golkar H.A. Rudiani, SE -
PPP Khairul Saleh, SE, MM -
PBB M. Ismail Ibrahim, SE -
PDIP Noorsiana Budiarsih -
PBR Andi Effendi, S.Pd. -
Demokrat Edy Yusuf -
Demokrat Emma Chandra H. -

[sunting] Tokoh kelahiran Banjarmasin

[sunting] Jarak Banjarmasin (0 km Jalan Nasional) dengan kota-kota lain[125]

Kota-kota lainnya Darat (km)/Laut (mil) Keterangan
Pelabuhan Trisakti 5 km -
Terminal Kota 6 km -
Terminal Regional Type A Banjar Bakula[126] 17 km -
Bandara Syamsudinoor 26 km 30 menit
Banjarbaru[127] 35 km 45 menit
Martapura 40 km 1 jam
Cempaka (Kantor baru Gubernur) 50 km -
Pelaihari 65 km -
Batulicin 265 km 6 jam
Kotabaru 305 km 8 jam
Batas timurlaut Kalsel-Kaltim (Sengayam) - -
Rantau 113 km -
Kandangan 135 km 3 jam
Negara 165 km -
Amuntai 190 km 5 jam
Batas utara Kalsel-Kalteng (Pasar Panas) - -
Ampah 276 km 7 jam
Buntok 318 km 511 km dari Palangka Raya (via Bjm)
Muara Teweh 414 km 605 km dari Palangka Raya (via Bjm)
Puruk Cahu 511 km 702 km dari Palangka Raya (via Bjm)
Barabai 165 km 3,5 jam
Paringin 202 km -
Tanjung 232 km via Kelua
Batas utara Kalsel-Kaltim (Gunung Batu Aji) 304 km 72 km dari Tanjung[128]
Penajam 480 km 135 km dari Samarinda
Balikpapan 500 km 115 km dari Samarinda
Samarinda[129][130] 615 km (196 mil)[131] 15 jam
Tenggarong 660 km 45 km dari Samarinda
Sendawar 992 km 377 km dari Samarinda
Bontang 760 km 110 km dari Samarinda
Tanjung Redeb 1.190 km 575 km dari Samarinda
Malinau - 1.273 km dari Samarinda
Nunukan 1.423 km 808 km dari Samarinda
Marabahan 45 km -
Jembatan Barito 16,10 km
Batas barat Kalsel-Kalteng (Anjir Serapat) 30,20 km 16,10 km dari Bjm + jemb 1,082 km + 12,8 km sampai Batas Kalteng
Kuala Kapuas 46 km 142 km dari Palangka Raya
Palangka Raya[132] 191 km 5 jam
Sampit[133] 418 km 227 km dari Palangka Raya
Nanga Bulik 650 km 559 km dari Palangka Raya
Batas Kalbar-Kalteng (Kudangan) 850,40 km 820,2 Km dari Batas Kalsel[134]
Nangatayap 912,90 km 62,5 km dari Batas Kalteng[135]
Balai Berkuak 1.069,79 km Nangatayap-Balai Berkuak 156,89 km
Tayan 1.150,59 km Balai Berkuak-Tayan 80,80 km
Pontianak 1.249,65 km Tayan-Teraju-Pontianak 99,06 km
Batas Kalbar-Sarawak (Entikong) 1.599,65 km 350 km dari Pontianak
Kuching 1.691,65 km Pontianak-Kuching (via Serian) 442 Km[136]
Serian 1.627,65 km Kuching-Serian 64 km[137]
Sibu 1.977,65 km Serian-Sibu 350 Km[138]
Bintulu 2.167,65 km Sibu-Bintulu 190 Km
Miri 2.357,65 km Bintulu-Miri 190 Km
Kota Kinabalu 2.767,65 km Miri-Beufoul-Kinabalu 410 Km
Sandakan 3.057,65 km Kinabalu-Sandakan 290 Km
Tawau 3.307,65 km Sandakan-Tawau 250 Km
Surabaya 268 mil -
Semarang 624 km via udara[139]
Jakarta 925 km ditarik garis lurus
Makassar 150-200 nautical miles 25 menit waktu penerbangan dgn kecepatan rata-rata 50 nautical miles per menit.
Makkah 8.587 km[140]

[sunting] Lain-lain

[sunting] Referensi

  1. ^ "Perpres No. 6 Tahun 2011". 17 Februari 2011. Diakses pada 23 Mei 2011.
  2. '^ sudi. "Luas Wilayah Banjarmasin Berubah", Banjarmasin Post', 26 Oktober 2010. Diakses pada 19 Desember 2010.
  3. ^ Situs Resmi Pelabuhan Trisakti
  4. ^ (Indonesia) naz (16 Januari 2011). "Banjarmasin Ternyata Kepulauan". Radar Banjarmasin. Diakses pada 8 Agustus 2011.
  5. ^ (Indonesia) Susilowati, Endang (PDF). PERANAN JARINGAN SUNGAI SEBAGAI JALUR PERDAGANGAN DI KALIMANTAN SELATAN PADA PERTENGAHAN KEDUA ABAD XIX. Diakses pada 8 Agustus 2011.
  6. ^ (Inggris) Guthrie, William (1801). A new geographical, historical, and commercial grammar: and present state of the several kingdoms of the world, to which are added, I. A geographical index, with the names and places alphabetically arranged. II. A table of the coins of all nations, and their value in English money. III. A .... Printed for G. G. and J. Robinson and J. Mawman. hlm. 785.
  7. ^ VOC territories and trading posts in Asia, 1650
  8. ^ VOC civil administration in Indonesia, 1792
  9. ^ Towns with population greater than 10,000, rest of the Netherlands Indies, 1920
  10. ^ Representative councils in the Netherlands Indies, 1937
  11. ^ (Inggris) National Geospatial-intelligence Agency, ed (2005). Prostar Sailing Directions 2005 Borneo, Jawa, Sulawesi and Nusa Tenggara Enro (edisi ke-9). ProStar Publications. hlm. 244. ISBN 1577856546.ISBN 978-1-57785-654-2
  12. ^ PELABUHAN BANJARMASIN TERUS LAKUKAN PENATAAN
  13. ^ (Inggris) Royal Geographical Society (Great Britain), Norton Shaw, Hume Greenfield, Henry Walter Bates (1853). The Journal of the Royal Geographical Society .... 23. J. Murray. hlm. 83.
  14. ^ (Inggris) Crawfurd, John (1856). A descriptive dictionary of the Indian islands & adjacent countries. Bradbury & Evans. hlm. 62.
  15. ^ (Indonesia) Iskandar, Yoseph (1997). Sejarah Jawa Barat: yuganing rajakawasa. Geger Sunten.
  16. ^ a b (Melayu)Ras, Johannes Jacobus (1990) (dalam bahasa Bahasa Malaysia). Hikayat Banjar diterjemahkan oleh Siti Hawa Salleh. Selangor, Malaysia: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka. ISBN 983-62-1240-X.ISBN 978-983-62-1240-5
  17. ^ (Indonesia) Kesultanan Banjar (1965). Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia- Belanda 1635-1860. Penerbit Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat.
  18. ^ (Inggris) Rottman, Gordon L. (2002). World War 2 Pacific island guide. Greenwood Publishing Group. hlm. 204. ISBN 0313313954. 9780313313950
  19. ^ Administrative subdivisions in Dutch Borneo and Sarawak, 1930
  20. ^ “Kondisi Kota Besar di Indonesia Mengkhawatirkan”
  21. ^ INDONESIA MOST LIVABLE CITY INDEX 2011
  22. ^ Dua Belas Kota Tak Nyaman
  23. ^ (Inggris)(1752) The True Briton. hlm. 63.
  24. ^ (Inggris) (1816) Encyclopaedia Perthensis; or, Universal dictionary of Knowledge (edisi ke-2). hlm. 545.
  25. ^ (Inggris)Davis, Joseph Barnard (1867). Thesaurus craniorum: Catalogue of the skulls of the various races of man, in the collection of Joseph Barnard Davis. Printed for the subscribers.
  26. ^ (Perancis)Malte-Brun, Conrad Malte-Brun (1837). Précis de la géographie universelle: ou, Description de toutes, les parties du monde sur un plan nouveau d'après les grandes divisions naturelles du globe; précédée de l'histoire de la géographie chez les peuples anciens et modernes. 12. A. André.
  27. ^ (Belanda)van Dijk, Ludovicus Carolus Desiderius (1862). Neêrlands vroegste betrekkingen met Borneo, den Solo-Archipel, Cambodja, Siam en Cochin-China: een nagelaten werk. J. H. Scheltema. hlm. 23.
  28. ^ (Inggris)J. H., Moor (1837). Notices of the Indian archipelago & adjacent countries: being a collection of papers relating to Borneo, Celebes, Bali, Java, Sumatra, Nias, the Philippine islands .... Singapore: F.Cass & co..
  29. ^ (Belanda) (1855) Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde. 3. Inst.. hlm. 275.
  30. ^ (Belanda) Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (Netherlands), Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde van Nederlandsch-Indië, Jilid 87, Penerbit M. Nijhoff, 1931
  31. ^ (Inggris) Tsuneo Yano, United States. Army. Forces in the Far East. Military History Section, Bandjermasin invasion operations record, Distributed by Office of the Chief of Military History, Dept. of the Army, 1953
  32. ^ (Inggris) Joseph Norbert Frans Marie à Campo, Engines of Empire: steamshipping and state formation in colonial Indonesia, Uitgeverij Verloren, 2002 ISBN 90-6550-738-8, 9789065507389
  33. ^ (Belanda) Verblijf te Bandjermassin en tocht naar de afdeeling Amoentai. 8 Agustus 1880.
  34. ^ (Inggris) The Monthly repository of theology and general literature. 17. Longman, Hurst, Rees and Orme. hlm. 98.1822
  35. ^ (Belanda) L. C. van Dijk, Ne©erland's vroegste betrekkingen met Borneo, den Solo-Archipel, Camobdja, Siam en Cochin-China, Scheltema, 1862
  36. ^ (Belanda) Steven Adriaan Buddingh, Neêrlands-Oost-Indië: Reizen over Java, Madura, Makasser, Saleijer, Bima, Menado, Sangier-eilanden, Talau-eilanden, Ternate, Batjan, Gilolo en omliggende eilanden, Banda-eilanden, Amboina, Haroekoe, Saparoea, Noussalaut, Zuidkust van Ceram, Boeroe, Boano, Banka, Palembang, Riouw, Benkoelen, Sumatra's West-Kust, Floris, Timor, Rotty, Borneo's West-Kust, en Borneo's Zuid- en Oost-Kust; gedaan gedurende het tijdvak van 1852-1857, M. Wijt, 1861
  37. ^ (Inggris) E. M. Jacobs, Merchant in Asia: the trade of the Dutch East India Company during the eighteenth century, CNWS Publications, 2006 ISBN 90-5789-109-3, 9789057891090
  38. ^ (Belanda) van der Aa, Abraham Jacob (1839). Aardrijkskundig woordenboek der Nederlanden. 3. J. Noorduyn. hlm. 89.
  39. ^ (Belanda) Nederlandsch-Indië (1838). Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië. 1-2. Lands-drukk.. pp. 1.
  40. ^ (Inggris) The Oriental herald (1825). The Oriental herald. 6. s.n.. hlm. 240.
  41. ^ (Inggris) (1837) Foreign missionary chronicle. 5. Board of Foreign Missions and of the Board of Missions of the Presbyterian Church.. hlm. 87.
  42. ^ (Perancis) Saigey, Jacques Frédéric (1834). Traité de métrologie ancienne et moderne: suivi d'un précis de chronologie et des signes numériques. Hachette. hlm. 194.
  43. ^ (Perancis) de Voyer Argenson (marquis de Paulmy d'), Marc Antoine René (1787). Mélanges tirés d'une grade bibliothèque ...: De la lecture des livren françois. Moutard. hlm. 221.
  44. ^ (Perancis) D'Orville, André-Guillaume Contant (1770). Histoire des différens peuples du monde: contenant les cérémonies religieuses et civiles, l'origine des religions, leurs sectes & superstitions, & les moeurs & usages de chaque nation. Hérissant. hlm. 323.
  45. ^ (Inggris) Hamilton, Alexander (1727). A new account of the East Indies: Being the observations and remarks of Capt. Alexander Hamilton, who spent his time there from the year 1688 to 1723, trading and travelling, by sea and land, to most of the countries and islands of commerce and navigation, between the cape of Good-hope, and the island of Japon: volume I. printed by John Mosman. hlm. 145.
  46. ^ (Inggris) Cook, James (1790). A collection of voyages round the world: performed by royal authrity. Containing a complete historical account of Captain Cook's first, second, third and last voyages, undertaken for making new discoveries, &c. .... Printed for A. Millar, W. Law, and R. Cater. hlm. 1095.
  47. ^ (Inggris) Pinkerton, John (1812). A general collection of the best and most interesting voyages and travels in all parts of the world: many of which are now first translated into English : digested on a new plan ; illustrated with plates. 11. Longman. hlm. 107.
  48. ^ (Inggris) Beeckman, Daniel (1973). A voyage to and from the Island of Borneo. Dawsons of Pall Mall. hlm. 2. ISBN 0712905669.ISBN 978-0-7129-0566-4
  49. ^ (Belanda) Montanus, Daniel (1585). Almanach ofte oprechten Nederlantschen hemel-meter, voor het schrikkel-jaer ons heeren Jesu Christi ... Ghemaeckt ende gecalculeert op den meridiaen der vermaerde stadt Ghendt, ende d'omligghende steden ende landen. by Michiel Maes [Boekdrukker].
  50. ^ (Inggris) De Maandelykse Nederlandische Mercurius (1766). De Maandelykse Nederlandische Mercurius. 20-23. B. Mourik.. hlm. 163.
  51. ^ (Inggris) Philosophical magazine (1799). Philosophical magazine. Taylor & Francis. hlm. 195.
  52. ^ (Italia) Falconetti, A. Francisco (1838). Oceania; o, Quinta parte del mondo: Revista geografica ed etnografica della Malesia, della Micronesia, della Polinesia e della Melanesia, sui resultati dei viaggi e delle scoperte dell'autore e de' suoi predecessori e colle nuove classificazioni e divisioni di quelle contrade. 1-2. G. Antonelli. hlm. 243.
  53. ^ (Inggris)parker, john w. (1837). the journal of the royal asiatic society of great britain and ireland.
  54. ^ (Inggris) The New American encyclopaedia: a popular dictionary of general knowledge. 2. D. Appleton. 8 Agustus 1865.
  55. ^ (Inggris)McCulloch, John Ramsay (1841). A dictionary, geographical, statistical, and historical: of the various countries, places and principal natural objects in the world. 1. Green and Longmans.
  56. ^ (Inggris) Curtis, Thomas (1829). The London encyclopaedia: or, Universal dictionary of science, art, literature, and practical mechanics, comprising a popular view of the present state of knowledge. Illustrated by numerous engravings, a general atlas, and appropriate diagrams. 3. Printed for T. Tegg. hlm. 461.
  57. ^ (Belanda)Perhimpunan Ilmu Alam Indonesia, Madjalah ilmu alam untuk Indonesia (1866). Indonesian journal for natural science. 29-30.
  58. ^ (Inggris)Bauer, Max (1968). Precious Stones. Courier Dover Publications. ISBN 0-486-21910-0.ISBN 978-0-486-21910-3
  59. ^ (Inggris) the fiftieth report. 8 Agustus 1854.
  60. ^ (Belanda)Valentijn, François (1858). François Valentijn's oud en nieuw Oost-Indien. 3. H. C. Susan.
  61. ^ a b (Italia) Grandi, Vittore S. (1716). Sistema Del Mondo Terraqueo Geograficamente Descritto: Colle Provincie, Siti, e Qualità de' Popoli in esso contenuti Ed epilogato in oltre negl' Indici per Alfabeto disposti alle sue Tavole : Aggiontavi un' Annotazion Cronologica de' Paesi Scoperti sine a questi Ultimi Tempi. Del L'Asia, Africa, E America. Groppo. hlm. 87.
  62. ^ (Inggris) M'Culloch, John Ramsay (1866). A dictionary, geographical, statistical, and historical, of the various countries, places, and principal natural objects in the world. Longmans, Green. hlm. 352.
  63. ^ (Perancis) (1839) Dictionnaire géographique universel, contenant la description de tous les lieux du globe .... A. Lacrosse. hlm. 172.
  64. ^ (Inggris) Landmann, George Thomas (1840). A universal gazetteer; or, Geographical dictionary of the world.
  65. ^ (Inggris) Morse, Jedidiah (1808). A new gazetteer of the Eastern continent: or, A geographical dictionary: containing, in alphabetical order, a description of all the countries, kingdoms, states, cities, towns, principal rivers, lakes, harbors, mountains, &c., &c. in Europe, Asia, and Africa, with their adjacent islands (edisi ke-2). Printed by J. T. Buckingham for Thomas & Andrews.
  66. ^ (Inggris) Brookes, Richard (1838). The London general gazetteer; or, compendious geographical dictionary.... T. Tegg and Son. hlm. 61.
  67. ^ (Inggris) Kerr, Robert (2004). General History and Collection of Voyages and Travels Arranged in Systematic Order: Forming A Complete History of the Origin and Progress of Navigation, Discovery and Commerce, by Sea and Land from the Earliest Ages to the Present Time. Kessinger Publishing. hlm. 392. ISBN 1419101315.ISBN 978-1-4191-0131-1
  68. ^ (Inggris)The Scots magazine, The Scots magazine (1816). The Scots magazine and Edinburgh literary miscellany. 78. Printed by Archibald Constable.
  69. ^ DPRD Kalsel Tetap Berkantor Di Banjarmasin
  70. ^ Kantor Gubernur Kalimantan Selatan dilihat dari udara
  71. ^ Kalsel Bakal Miliki Lima Kota Metropolitan
  72. ^ Banjarmasin Kota Metropolitan Sinergis Dengan Kota Lainnya
  73. ^ 10 Kota Besar Di INDONESIA
  74. ^ Ditjen Penataan Ruang Dukung Perwujudan Kawasan Metropolitan Banjarmasin-Banjarbaru-Martapura
  75. ^ Departemen Pekerjaan Umum
  76. ^ "Konsep Metropolitan Banjar Bakula Akhirnya Diakui Pusat". Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.4 Februari 2011
  77. ^ Eksen Bermulanya Proyek Banjarmasin Metropolitan Tinggal Menunggu RTRWP
  78. ^ Lima daerah Banjar Bakula total luasnya 12.073,11 km² atau 2 x luas Brunei Darussalam atau 16,3 x luas Jakarta.
  79. ^ Situs Resmi Pemko Banjarmasin - Profil Kota Banjarmasin: Sumber Daya Alam
  80. ^ Perkembangan dan pembangunan RTH Kota
  81. ^ Berita Anak Indonesia - Selamat Ulang Tahun, Banjarmasin!.Diakses 1 September 2010
  82. ^ Barito Post edisi 15 Maret 2008
  83. ^ Menyelamatkan Sungai, Bukan Cuma Pasar Terapung
  84. ^ Banjarmasin Kesulitan Kelola Sungai
  85. ^ BPS - Banjarmasin Dalam Angka: Keadaan Geografis Tabel 1.2.1. – Nama dan Panjang Sungai di Kota Banjarmasin
  86. ^ Peta Kota Banjarmasin - Terbitan PT. Karya Pembina Swajaya Surabaya
  87. ^ Jumlah Penduduk Banjarmasin
  88. ^ laporan Radermacher: kota Tatas (barat) 2.000 jiwa; Kuin (utara) 100 jiwa; Kampung Kelayan (barat) 200 jiwa
  89. ^ a b (Indonesia) A. J. Gooszen, Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (Netherlands) (1999). A demographic history of the Indonesian archipelago, 1880-1942, KITLV Press. ISBN 90-6718-128-5.ISBN 9789067181280
  90. ^ Hasil Sensus Penduduk 1930
  91. ^ a b "Indonesia: Provinces, Cities & Municipalities". City Population. Diakses pada 28 April 2010.
  92. ^ Hasil Sensus Penduduk BPS 2000
  93. ^ World Gazetteer
  94. ^ Hasil Sensus Penduduk BPS 2010
  95. ^ http://eprints.lib.ui.ac.id/12976/1/82338-T6811-Politik%20dan-TOC.pdf
  96. ^ (Inggris) Verhandelingen. Deel 1,2, 3e druk; 3,4, 2e druk; 5-..1814
  97. ^ (Indonesia) Anwar, Rosihan (2004). Sejarah kecil "petite histoire" Indonesia. 2. Penerbit Buku Kompas. hlm. 137. ISBN 979-709-141-4.ISBN 9789797091415
  98. ^ (Indonesia) M. Shaleh Putuhena, Historiografi haji Indonesia, PT LKiS Pelangi Aksara, 2007 ISBN 979-25-5264-2, 9789792552645
  99. ^ (Indonesia) M. Gazali Usman, Kerajaan Banjar: Sejarah Perkembangan Politik, Ekonomi, Perdagangan dan Agama Islam, Banjarmasin: Lambung Mangkurat Press, 1994.
  100. ^ (Inggris) The New American encyclopaedia: a popular dictionary of general knowledge, Volume 2, D. Appleton, 1865
  101. ^ Sumber: Badan Pusat Statistik - Sensus Penduduk Tahun 2000)
  102. ^ [ http://www.stieindonesia-bjm.ac.id/ STIE Indonesia]
  103. ^ LPP RRI Banjarmasin
  104. ^ [1]
  105. ^ Situs Resmi Radio Abdi Persada
  106. ^ Situs Resmi Radio SmartFM
  107. ^ produksi-tvrikalsel.blogspot.com
  108. ^ (Inggris) (1836) Evangelical magazine and missionary chronicle. 14. s.n.. hlm. 578.
  109. ^ (Inggris) Ooi, Keat Gin (2004). Southeast Asia: a historical encyclopedia, from Angkor Wat to East .... 3. ABC-CLIO. hlm. 211. ISBN 9781576077702.ISBN 1-57607-770-5
  110. ^ Saleh, Idwar; SEJARAH DAERAH TEMATIS Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942) di Kalimantan Selatan, Depdikbud, Jakarta, 1986.
  111. ^ Administrative divisions in Dutch Borneo, 1902
  112. ^ Historical dictionary of Indonesia Oleh R. B. Cribb,Audrey Kahin
  113. ^ Japanese conquest of the Netherlands Indies, 1941-1942
  114. ^ Japanese administrative divisions in the Indonesian archipelago
  115. ^ Allied re-occupation, August 1945-March 1946
  116. ^ (Inggris) Johnston, Mark (2000). Fighting the enemy: Australian soldiers and their adversaries in World War II. Cambridge University Press. ISBN 0521782228.ISBN 9780521782227
  117. ^ (Indonesia) Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia. Jurnal sejarah: pemikiran, rekonstruksi, persepsi. Yayasan Obor Indonesia. hlm. 34. ISBN 1858-2117.
  118. ^ (Indonesia) Abdul Gafar Pringgodigdo, Hassan Shadily, ed. Ensiklopedi umum. Kanisius. hlm. 588. ISBN 9794135224.ISBN 9789794135228
  119. ^ (Indonesia) The Idea of Indonesia. Penerbit Serambi. ISBN 9790241054.ISBN 9789790241053
  120. ^ (Indonesia) Hoesein, Rushdy (2010). Terobosan Sukarno dalam perundingan Linggarjati. Penerbit Buku Kompas. ISBN 9797094898.ISBN 9789797094898
  121. ^ Pangeran Adjie Benni Syarief Fiermansyah Chaliluddin. "Masa Pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS)". Diakses pada 12 April 2011.
  122. ^ (Indonesia)Setyautama, Sam (2008). Tokoh-tokoh etnis Tionghoa di Indonesia. Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 9789799101259.ISBN 9799101255
  123. ^ (Indonesia)Suryadinata, Leo (1995). Prominent Indonesian Chinese: biographical sketches. Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 9789813055049. ISBN 981-3055-04-9
  124. ^ a b (Indonesia) Santoso, F. Harianto (2010). Wajah DPR & DPD 2009-2014: latar belakang pendidikan dan karier. Penerbit Buku Kompas. ISBN 9797094715.ISBN 978-979-709-471-3
  125. ^ Peta Ruas Jalan Kalsel
  126. ^ Terminal Penumpang Antar Provinsi Pal 17 Gambut Kalsel
  127. ^ Profil Daerah Kalimantan Selatan - Struktur, Luas, dan Jarak ke Ibukota Provinsi
  128. ^ Jalan Mulus, Masyarakat Senang
  129. ^ Profil Daerah Kalimantan Timur - Struktur, Luas, dan Jarak ke Ibukota Provinsi
  130. ^ Peta Ruas Jalan Kaltim
  131. ^ JARAK SAMARINDA DENGAN KOTA-KOTA LAINNYA
  132. ^ Profil Daerah Kalimantan Tengah - Struktur, Luas, dan Jarak ke Ibukota Provinsi
  133. ^ ACROSS KALIMANTAN TO SAMPIT
  134. ^ Jalan lintas selatan Kalsel dialokasikan Rp 364,67 miliar
  135. ^ Trans Kalimantan Butuh Rp 1,17 Triliun Lagi
  136. ^ DAMRI PONTIANAK - KUCHING PERLU LEBIH MENDENGAR
  137. ^ Serian Healthy City
  138. ^ Dewan Dukung Kereta Api Kalimantan
  139. ^ Mandala Air tak Naikan Tarif
  140. ^ Qiblat locator

[sunting] Pustaka

[sunting] Pranala luar